Showing posts with label PMDSU life. Show all posts
Showing posts with label PMDSU life. Show all posts

Sunday, July 30, 2017

Hal yang Paling Susah Adalah Menulis (Manuskrip)

Haloo semuanya...

Diah mau curhat lagi nih.. Heu heu..

Seperti kebanyakan mahasiswa pascasarjana di kampus manapun pasti untuk syarat kelulusan adalah publikasi di jurnal bereputasi(baik yang nasional terakreditasi DIKTI ataupun internasional terindeks SCOPUS). Well, di departemen saya juga seperti itu. Bajkan promotor kami sendiri menargetkan minimal publikasi 2 artikel di jurnal internasional terindeks per tahun. Huwaa... ngelabnya sih oke - oke aja ya.. Tapi untuk nulis itu momok tersendiri bagi saya. Entah kenapa buat nulis itu superr susah buat saya.

Bagi temen-temen yang mungkin baca curhatan saya ini boleh donk bagi tips biar kuat nulis manuskrip. Hihi.. Matursuwun..

Saturday, July 29, 2017

Perjuangan Menggapai Mimpi (Red-PKPI 2017)

Halloo semuanyaa..

Kembali lagi dengan saya, Diah. Di blog ini saya akan berusaha berbagi kisah hidup saya selama menjalani kuliah S2-S3 atau yang terkenal dengan beasiswa PMDSU.

Saya resmi menjadi mahasiswa PMDSU sejak 2015, jadi kalau dihitung berarti sekarang saya masuk ke semester 5 (yeaayyy bentar lagi lulus-aamiin). Well ga kerasa banget udah semester 5 udah siap netes harusnya. Nah untuk menyiapkan calon - calon doktor muda ini, DIKTI telah menyiapkan skema khusus visitasi lab di Luar negeri untuk menambah pengalaman dan juga skill para calon doktor muda. Skema tersebut bernama PKPI yang kepanjangannya adalah Peningkatan Publikasi Ilmiah atau dalam bahasa Inggrisny Enhacing International Publication Program (EIPP). Usut punya usut dari awal seleksi PMDSU, program PKPI ini ibarat reward bagi para calon doktor yang sudah bersusah payah menjalani seleksi. It means program ini adalah program lanjutan PMDSU, namun karena berbagai alasan yang salah satunya adalah pengurangan biaya dari Kementerian Keuangan (kemenkeu) jadilah program ini sebagai kompetisi. Sekitar total 300 awardee PMDSU batch 1 dan 2 tahun 2015 berhak memperebutkan tiket untuk pergi ke negara impian masing - masing. Truly speaking saya cukup sedih dan kecewa karena harus seleksi lagi, harus mempersiapkan semua dokumen2 untuk seleksi lagi  seperti pada awal penerimanaan PMDSU. Semua keribetan ini pastinya berdampak pada kegiatan lab yang sedang berjalan.  Tapi mau gimana lagi ya karena kita masih anak bawang yang bergantung sama atasan mau tidak mau harus mengikuti semua aturan yang berlaku. Jadi intinya ya tetep harus bersyukur bahwa program ini (PKPI) masih ada dan kami masih bisa berkompetisi memperebutkan < 100 tiket dari 300 calon doktor.

Well pengumuman PKPI keluar pas setelah lebaran (4 Juli 2017) dan ada beberapa persyaratan yang cukup sulit seperti TOEFL ITP 560 dan sudah harus Ujian Proposal Disertasi. Huwaa... persyaratan terakhir ini nih yang bikin pusing, walaupun yang pertama juga iya sih. Jadi ceritanya kami udah mulai nyiapin syarat TOEFL 560 sejak bulan puasa. Tapi sayangnya dari kami berlima belum ada yang nyampe ke 560 (susah banget ternyata hiks sedih). Tapi kita gak nyerah gitu aja sampai akhirnya kita ikutan tes - tes TOEFL ITP di luar kota yaitu jogja dan solo. Setelah 3 kali alhamdulillah skor kami hampir sampai dan dengan itu kami memberanikan diri untuk daftar. Udah pasrah aja serahin sama yang di atas, pikirku waktu itu.

Lain ceritanya dengan ujian kolokium. Setelah lobi sana-sini dari mulai dosen mata kuliah metode kolokium (karena kami hanya diperbolehkan ujian kolokium jika telah ujian matkul metode kolokium), ketua departemen DMSDP, dekan FPIK (promotorku yang kusayangi), sampai PR4 (Pengujiku tercinta) akhirnya kami dapat jadwal ujian di tanggal 13 Juli 2017. Waktu itu kami baru memutuskan maju terus pantang mundur seteh meeting dengan ketiga promotor hari Sabtu tanggal 8 Juli, setelah pulang langsung kebut banget bikin draft kolokium karena senin harus didistribusikan. Bayangin kurang hectic apa 2 hari ngebut bikin draft, terpaksa deh jadwal tidur tergangu (tidur 2 jam udah alhamdulillah banget, jadi buat adek - adek yang kebetulan mampir ke blog ini aku kasih nasehat ya kalau kalian masih punya waktu cukup untuk tidur mending tidur aja jangan dibuat main, clubbing apalai trek-trekan karena kalau kalian sudah seumuranku buat dapet jam tidur ideal itu susah banget, yakin deh haha).

Sampailah di hari senin, draft berhasil diprin dan diserahkan ke penguji 2 jam 7 pagi (haha gue gak tidur vroh). Abis itu masih harus urus surat - surat semuanya buat berenam karena ga semua anak bisa ngurusin jadilah diri ini yang berkoban, tapi gak maslaah saya ikhlas dan senang bisa membantu semuanya hihi. Abis itu kami masih harus ke kampus pasca bawah (Pleburan) jam 10 karena sudah janjian sama kepela departemen untuk konsultasi jadwal (kebetulan penguji saya keduanya tidak bisa di tanggal 13). Setelah diskusi panjang lebar dan lobi sana - sini akhirnya jadwal ujian saya mundur jadi  tanggal 14 Juli jam 8 pagi.(Jadi ceritanya yang jam 7 pagi tadi nyerahin draf itu belum ngabarin hari dan jam ujiannya wkwk- kalau diinget2 konyol juga saya). Well, setelah semuanya sepakat akhirnya saya menghubungi ketiga penguji dan promotors saya terkait jadwal ujian. Setelah itu kami mampir ke SEU buat daftar tes karena TOEFL kami belum nyampe.

Tanggal 11 Juli 2017 pukul 9 pagi, kami tes toefl di CLT UNIKA yang kesekian kali. Terdengar familiar, ternyata setelah kuamati soalnya hampir sama dengan tes terakhiru disana, optimis deh dapet 560 walaupun jujur susaaaah banget tadi sampe pusing banget kepalanya.

Tanggal 13 Juli 2017 dimulai pukul 10 pagi, 2 orang temaku menjalani ujian kolokium dan ujian kelayakan proposal disertasi. Alhamdulillah lancar. Masih menunggu temanku dan setelah semuanya selesai kami beranjak menengok anak dari salah satu teman kami. Deboy Azmil yang ganteng banget dan emez.. hahahaha..

Tanggal 14 Juli 2017, ujianku dimulai pukul 8 pagi. Ya persis dugaanku tak ada satupun temanku yang datang sebelum jam 8  untuk menemaniku. Well.. thats okay.. mencoba untuk mengerti wkwkwk. Ternyata ujian molor sampai 8.30 karena salah satu dosen pengujiku datang terlambat. Tak masalah sampai akhirnya ujian selesai dan saya dinyatakan lulus dan layak (So now, I am already a PhD candidat hihi.. Nyombong dikit gapapa lah yaa.. Orang susah banget emang perjuangannya, jadi perlu untuk dihargai). Ditengah kepadatan ini kegiatan labku otomatis off semua, meskipun ada hal - hal yang seharusnya kukerjakan. Setelah semua selesai ujian, akhirnya surat pernyataan Lulus ujianpun keluar. Alhamdulillah satu persyaratan aman, tinggal menunggu TOEFL.

Tangal 19 Juli 2017 hari terakhir pendaftaran PKPI, namun hasil tes belum juga keluar. Yasudahlah ya dengan toefl bulan lalu saya beranikan diri mendaftar dan menyusulkan sertifikat terakhir yang keluar dua hari kemudian. Ya tinggal berdoa pikirku. Siang dan malam tak henti aku memohon kepadanya, berharap dan terus berharap semoga usahaku dihargai. Mencoba merayuNya, menguatkan hati juga jika kemungkinan terburuk terjadi. Dan alhamdulillah atas izinnya saya berhasil lolos seleksi administrasi dan diundang wawancara tanggal 4 Agustus mendatang di UDINUS pukul 11 siang. Semoga Allah meridhoi mimpi saya. Saya selalu percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin atas seizinnya. Dia berkuasa atas segala sesuatu. "Kun fayakun" jadilah maka jadilah sesuatu itu. Bahkan mimpi yang tampak mustahilpun jika kau mengizinkannya makhlukmu tak bisa berkata. Semoga kau meridhoiku menempuh jalur ini. aamiin

Mohon doa semuanya semoga saya bisa mewujudkan cita - cita saya visitasi lab dan ngelab di Giessen University, Germany. aamin ya rabbal'alamiin..

Saturday, April 1, 2017

Apa Aku Bisa?

Pernah ga sih kebayang bisa sekolah sampe s3? Kalo ditanya gitu jawabanku pasti enggak. Entah kenapa takdir itu membawaku kesini. Sesuatu yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
Jujur secafra fisik, aku memang masih muda dan secara akademik mungkin aku bisa melewati ini. Namun secara metal, jauh didalam lubuk hatiku masih mempertanyakan hal itu. Apa aku bisa dapet Dr dalam waktu 2 tahun ini? kalo dilihat memang berat. Berat banget malah. Disaat temen2 seusiaku (22 th) baru pada lulus s1 dan masih sibuk nyari kerja, atau yang udah kerja masih menikmati indahnya berkarir atau menikah dan punya anak. Tapi aku disini harus mati - matian berusaha biar bisa lulus. Jujur ini berat. Jujur aku stress. Tertekan banget rasanya. Mungkin mentalku memang belum siap. Tapi mau gimana lagi. Aku gabisa mundur. Iya kan? Beasiswa ini sudah mengikat untuk menyelesaikan s3. Aku tidak berharap banyak. Aku berharap aku punya seorang teman yang mau bersamaku melewati kesulitan ini. Sehingga beban ini tak terasa terlalu berat. Yah.. teman - temanku, timku, mereka juga sibuk memikirkan nasibnya sendiri. Sibuk memikirkan bagaimana bisa lulus dan dapet Dr tepat waktu.  Aku tak bisa menyalahkan mereka. Tapi jujur aku kecewa. Ya aku sadar, ketika waktu semakin sempit ego akan semakin terlihat. Aku sadar aku tak bisa terus berharap pada mereka. Mereka juga punya mimpi sendiri - sendiri. Baiklah, aku hanya ingin lulus. Itu saja. Cukup.


Tuesday, June 21, 2016

PMDSU

Sudah lama sekali sampai akhirnya memutuskan membuka kembali medsos ini. 
Ini adalah kisahku setelah resmi mendapatkan gelar S.Pd 15 Juni 2015 kemarin, setelah dinyatakan lulus bulan maret 2015. Tenggang waktu yang cukup lama sejak dinyatakan lulus dan mendapat gelar S.Pd. Seperti kebanyakan mahasiswa yang baru saja lulus, aku merasa kebingungan. Akan kukemanakan diriku? haruskah tetap tinggal di Semarang atau balik ke rumah dan mencari kerja disana? Atas saran dari orang tua akhirnya aKu memutuskan untuk tinggal di Semarang setidaknya sampai hari wisuda, 15 Juni. Maret berlalu tanpa suatu hal penting yang kulakukan. Hanya bolak-balik kampus-kos tanpa tujuan dan juga bekerja part-time di sore harinya. Dan akhirnya aku pun merasa bosan, masa iya setiap pagi hanya duduk depan tv tanpa melakukan sesuatu sehingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan full time. Aku pun mengajak temanku yang sama-sama sudah lulus untuk melamar pekerjaan. Dia pun setuju. seminggu kemudian dia bercerita kalau sudah dapat pekerjaan di tempat tinggalnya, Batang. Terus? ya terjadi miskomunikasi disini. Kupikir waktu itu aku kurang jelas mengatakan kalau aku ingin bersama dengannya mencari pekerjaan full time di Semarang bukan di hometown masing-masing. Aku tidak mungkin bilang tidak saat dia sudah mendapat pekerjaannya. Meskipun agak kecewa karena ditinggal teman yang berarti dia harus pulang kampung lebih cepat sebelum wisuda, aku berusa ikut bahagia dan memberi selamat padanya. Yap, fix aku sendiri! 
4 Mei 2015, aku mendapat kabar baik dari mbak kosku. Ada lowongan pekerjaan di Al Azhar 25 dengan DL 7 Mei 2015. Yes masih ada hari untuk mempersiapkan dokumen. Bersama mbak kos ku yang juga sedang mencari pekerjaan yang lebih layak kami memasukkan lamaran pada H-1. Tiga hari kemudian ada pemberitahuan lolos seleksi administrasi dan aku berhak mengikuti serangkaian tahapan tes. 
11 Mei 2015, Tes tahap pertama. Tes ini meliputi tes hafalan surat pendek, tes praktek sholat, tes bacaan do'a-do'a, dan wawancara bahasa inggris. Dimulai pukul 07.30 dan berakhir 12.00. Tiga hari kemudian aku mendapat pemberitahuan lolos tes tahap satu dan berhak mengikuti tes tahap 2
16 Mei 2015, Tes tahap kedua, meliputi tes pengetahuan matematika, ipa, bahasa Indonesia dan tes pedagogik. Sama seperti testahap 1, tes ini dumulai pukul 07.30 sampai 12.00. meskipun tidak yakin dengan hasilnya, karena ternya materi yang diteskan terutama matematika sulit sekali, akhirnya aku mendapat pemberitahuan lolos seleksi tahap 2 dan berhak mengikuti psikotest. Dari sekitar 200 pendaftar hanya d8 orang yang berhak mengikuti psikotes.
23 Mei 2015 Tes tahap ketiga, psikotest. Ini memang bukan yang pertama kali aku mengikuti psikotes. Empat tahun lalu aku sudah pernah mengikutinya. Tapi yaa empat tahun, banyak yang sudah ku lupakan. Psikotes ini bekerja sama dengan lab psikologi UNIKA Soegiyapranata dan langsung dites oleh psikolog. Wow, hanya untuk posisi guru IPA  SD saja psikotesnya pakai yang beneran (dalam hati). Ternyata psikotes lebih melelahkan drai yang kuingat. pukul 12.30 kami selesai melaksanakan psikotes. hasil psikotes tidak langsung diumumkan, dan kali langsung lanjut ke tahap tes berikutnya yaitu microteaching. Setelah mengambil jadwal microteaching aku mendapat jatah hari senin, 25 Mei 2015 di kelas IV dengan materi sistem rangka. Hanya dalam waktu yang singkat aku harus menyiapkan RPP, Media dan perlengkapan lainnya. Setelah kesana kemari mencari inspirasi akhirnya aku memutuskan untuk mengawalinya dengan dancebone. Yap, finally done!
25 Mei 2015Tes tahap empat, microteaching. kebagian kelas empat yangpaling aktif. oke fine aku ga pernah dapet pengalaman ngajar anak SD dalam jumlah banyak di satu kelas. paling hanya 6 orang itu di kelas olimpiade. sedangkan mereka 30 siswa dengan karakter yang sangat sangat sangat aktif semua. oke aku kuwalahan. sudahlah, aku tidak banyak berharap. aku sudah berusaha melakukan yang terbaik dan kuserahkan semuanya pada tuhanku. aku kembali dari kelas menuju parkiran, mengambil motor, dan pulang. 
3 Juni 2015. they said to annouce the result in this date or June 5. I'm still waiting on my phone. sampai sore ya nothing. Berusaha menghubungi kenalan yang sama-sama daftar disana, di pun belum dapat. akhirnya kau memutuskan menunggu sampai tanggal 5
5 Juni 2015, H-2 dari DL SM3T (My last hope). oke aku memutuskan kalau hari ini aku tidak mendapat pemberitahuan aku akan mendaftar sm3T. Pagi - siang - sampai sore tidak ada sms, aku mencoba menanyai temanku yang juga mendaftar. ya dia dapet sms. fix aku DITOLAK!. Kacau, down banget. Itu harapanku satu-satunya agar tetap bisa di Semarang. ya kalau akhirnya rencanaNya seprti ini dan aku harus keluar dari Semarang, aku bisa apa?? 
5 Juni 2015 malam. Aku fix mendaftar SM3T. 
Saat masih proses mengikuti seleksi SM3T, aku mendapat info beasiswa PMDSU dari temanku yang lolos di Al azhar 25 dan sekarang menjadi pengajar disana. Galau bangeett! Memutuskan untuk lanjut SM3T atau mendaftar PMDSU. Ibuku lebih memilih agar aku SM3T, tapi aku belum siap. Aku belum siap jauh dari orang tua ku. Teman-temanku yang wisuda bersamaan denganku kebanyakan mengikuti program ini. SM3T lebih linier dengan basicku, sedangkan PMDSU hanya da ilmu murni apalagi di batch 2 term 1 hanya da 7 universitas yang membuka tanpa ada UGM ataupun UI. Yang menawarkan biologi pun sedikit hanya ada di UNDIP dan UNAIR. Akhirnya aku memutuskan berkonsultasi dengan profesorku, kajurku, dan dosen pengujiku dan juga mbak kos ku yang juga di satu prodi yang akan ku ambil. alhamdulillah masalah linieritas selesai. the all said that my previous study program is linier with MSDP. Tapi maslahnya aku belum berhasil meyakinkan ibuku. Walaupun belum mendapatkan restu dari ibu aku segera mengurus emua dokumen-dokumen yang kuperlukan. Menghubungi dosen-dosenku yang pernah bekerjasama denganku untuk meminta rekomendasi, membaca jurna-jurnal untuk membuat research plan, mencari inspirasi untuk membuat motivation later. H-1 penutupan pendaftaran PMDSU aku baru membayar biaya pendaftaran dan memasukkan berkas. hmm bismillah semoga memang rejekiku disini. 
6 Juli 2015 tes seleksi MSDP PMDSU. dimulai pukul 08.00 di gedung Widya Puraya, UNDIP, Tembalang. Dengan perasaan yang cukup deg-degan dan ter underestimate karena anak UNNES aku mencoba berbaur dengan mereka-mereka yang dari univ-univ keren itu. ya mencoba saja dulu apa salahnya pikirku. Tes pertama TPA dari jam 09.00 sampai 11.00, cukup menguras energi apalagi waktu itu bulan ramadhan. Selai TPA dilanjutkan tes b.inggris untuk yang belum mengumpulkan toefl ITP. Alhamdulillah sertifikat toeflku sudah ITP jadi gak perlu tes lagi. Bisa simpan energi buat tes selanjutnya. Pukul 14.00 tes menulis essay b.inggris on stage. Prof Ocky said to all MSDP candidat to write about "why i am the best candidate for PMDSU MSDP programm?" wahh gila harus bener-bener menjual skill ini (pikirku). Entah dapat ide dari mana tiba-tiba tulisan bahasa inggrisku cepet dan berbobot. Aku menghabiskan 1,5 lembar folio hihi. nengok kanan kiri dan cukup lah insyaallah. 10 menit berlalu, kami dikelompokkan berdasarkan pilihan prodi. Calon anak MSDP ada sekitar 16 anak dan memperebutkan 6 posisi @3 orang 1 promotor dengan 2 kursi disediakan untuk alumni UNDIP. yahh kemungkinanku tipis. Ga masalah yang penting mencoba hihi. Urutan ketiga Diah ayuningrum dipanggil untuk wawancara dengan kedua promotor dan kajur MSDP. full english! woww... hihi dengan bahasa yang almost fluent kujawab apa adanya terutama masalah latar belakangku. oke almost done! Prof Ocky said, if i got this scholarship i have to study hard because of my previous study i never been learned abaout haw to use PCR, micropippet, ang all teh things in biomolecular lab. Yes in may previous study program we didn't get that matter.  Our lab have, but educational student don't get that matter. 
10 Juli 2015 hari pengumuman. Kucoba buka website tapi belum ada pengumuman. ya sudah tunggu saja. aku tidak berharap banyak kok. aku berngkat ngelesi seperti biasa dan sampai kos malam. malam hari pukul 9.00 kucoba mengaktifkan WA. ada WA dari nomor baru. mba anin ya kenalan waktu tes. she asked about the announcement. yes i said it didn't come out yet. but she replied congratulation! what??? i did?? yes she said we did! Alhamdulillah ya Allah i never imagine i did it!

copied from my fb https://www.facebook.com/notes/dhiah-ayuningrum/amanah-baru/941059382606747