Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, February 1, 2019

Review Film Terlalu Tampan


Assalamu'alaikum semuanyaaa,

Hari ini aku baru aja abis nonton film yang emang udah aku tunggu-tunggu banget yaitu Terlalu Tampan. Film ini adaptasi dari webtoon karya Mas Okis dan S.M.S dengan judul yang sama juga. (Tapi tenang gais bagi kalian yang belum baca webtoonnya, alur cerita disini berbeda dengan webtoon. Alur cerita di filmnya lebih jelas dan terstruktur hahahaha). Film ini ber-genre drama, komedi dengan waktu tayang 1 jam 46 menit, dan disutradarai oleh Sabrina Rochelle Kalangie. Oya, batas usia film ini adalah 13 th jadi aman untuk ditonton bersama keluarga.

Jadi, film ini mengisahkan perjalanan kulin (Witing Tresno Jalaran Soko Kulino) yang merupakan pemeran utamanya (memiliki wajah terlalu tampan) dalam bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya terutama cewek. Trauma dikejar-kejar cewek, membuat ia memilih untuk tidka keluar rumah dan bersekolah home schooling. Kulin memiliki kakak bernama Okis, Ayah bernama Archew dan Ibu bernama Bu Suk (Jer Basuki Mawa Bea). Nama tokohnya tidak ada perbedaan dengan webtoon, hanya saja disini Okis bertukar peran menjadi kakak (padahal di webtoon dia adeknya Kulin). 

Alur cerita dimulai dari tahap pengenalan tentang keluarga Kulin dan kejadian-kejadian yang membuat ia tidak suka bersosialisasi keluar rumah. Bagian ini cukup menarik karena diisi dengan narasi yang kocak dan percakapan yang juga tidak kalah kocak. Scene yang menarik menurutku adalah ketika Kulin bermain kartu dengan temannya, yang ternyata temannya adalah seekor ikan bernama Anton. Ajaibnya ia berbicara dengan ikan itu dan ia seolah-olah memahami apa yang Anton katakan (which is basically ikan tidak bisa bicara bahasa manusia). Cukup konyol, bukan. 

Konflik mulai muncul saat ayah, ibu dan kakak Kulin berakting pura-pura bangkrut agar Kulin mau bersekolah di sekolah reguler. Fyi, selama ini Kulin sekolah home schooling. Hari pertama masuk Kulin sudah buat masalah karena membuat guru kelasnya pingsan dan dilarikan keluar rumah sakit karena tidak mampu menahan ketampanannya (konyol bet nih). Karena hal itu, ia di-bully oleh salah satu genk bernama 3-tak dan dipaksa memberikan proposal prom gabungan ke sekolah wanita BBM (Brain, Beauty, Manner). Kulin menyadari bahwa itu adalah bullying dan melaporakn ke kepsek, namun kepseknya ternyata adalah bapak dari Sigit (Ketua geng 3-tak). Sigit telah menolak kelulusannya selama 3 tahun demi bisa ikut prom gabungan dengan SMA BBM. Karena di Sekolah ini ada satu cewek yang terlalu cantik, bernama Amanda yang digandrungi oleh cowok-cowok di SMA Pria Horidsson. Jadilah Kepsek malah meminta bantuan Kulin agar anaknya mau lulus tahun ini dengan syarat prom gabungan tersebut. Jika Kulin tidak memenuhi permintaan terbut ia pun terancam tidak diluluskan oleh kepsek maka ia tidak punya pilihans elain mengantarkan proposal tersebut. 

Klimaks 1 dari film ini adalah Kulin sang terlalu tampan menyebabkan kegaduhan di SMA BBM. Karena ketampanannya banyak murid mimisan, pingsan, kesurupan, kejang-kejang, dan sebagainya. Saat ia ingin pulang, malah keluarganya membuat Kulin's home tour dan banyak yang mengatre. Ia pun kesal dan memutuskan untuk berlari ke atap gedung. Disinilah ia bertemu Rere, satu-satunya cewek yang tidak mimisan melihat kulin. Nah saat itulah Kulin merasakan jatuh cinta. (Disini muncul OST Hivi siapkah kau tuk jatuh cinta lagi. Omg lagu favorit aku). 

Antiklimaks 1 Ada satu teman Kulin bernama Kibo yang mau menampung Kulin selama masa "marahan"nya dengan keluarga. Kibo berperan sebagai bodyguard yang melindungi Kulin dari cewek-cewek ganas. haha

Klimaks 2 Ternyata cewek yang ditaksir Kulin adalah cewek yang sudah lama ditaksir juga oleh Kibo. 

Antiklimaks 2 Ini nih plot twistnya, yang tidak terpikirkan sekali penulis skenario akan membuat cerita seperti ini. Penasaran??? Tonton aja filmnya di bioskop kesayangan anda!

Ending (akan dilanjutkan setelah film selesai diputar di bioskop, takut spoiler hihi).

Well, I highly recommend this movie guys. Gak cuman menghibur tapi juga ceritanya anti-mainstream. Percaya deh kalian bakal gak nyangka di bagian antiklimaks nya. Unpredictable pokoknya.

Oya ada kalimat mutiara yang disampaikan Bu Suk ke Kulin, "Dunia selalu punya cara untuk membuatmu parah hati pun sebaliknya dunia punya 1001 cara untuk membuatmu kembali jatuh cinta". 

Ada juga nih yang dari Papa Archew, "Lebih baik punya muka busuk, daripada hati busuk".

Untuk nilai aku bakal kasih 5/5 bintang! Yeayyyyy.... Sebagus itu lho teman-teman. Jangan sampai nyesel gak nonton yaah!

Salam!




Monday, April 20, 2015

Mendekatkan Sains Lewat Eksperimen


Sainss? Siapa sih yang tidak tahu?? Itu tuh Ilmu Pengetahuan Alam. Yap ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar kita dan fenomena atau kejadian yang terjadi di dalamnya. Sains biasanya identik dengan hewan-hewan, tumbuhan dan manusia. Memang kebanyakan sains di tahap Sekolah Dasar baru mempelajari tentang biologi. Namun jangan salah ada fisikanya juga lho. Porsinya sama besar 50%:50%. Jadi kalau kami mau buat soal latihan 10 nomor ya 5 soal biologi dan 5 soal fisika. Banyak anak-anak tidak menyukai sains karena anggapan bahwa sains itu susah, harus hafalan (kalau biologi) dan banyak itungannya (kalau fisika). Namun para guru harus bisa mengatasi hal ini. Ganti metode mengajar kalian wahai para guru (karena saya juga guru). Metode mengajar sains tidak cocok jika hanya menggunakan ceramah. Eksperimen sains sederhana dapat menarik minat anak untuk mempelajarinya. Misalnya saja eksperimen balon ajaib. Bahan-bahan yang diperlukan sederhana yaitu: balon, botol air mineral bekas 600 ml, soda kue, air dan karet gelang.
Langkah:
1. Masukkan air kedalam botol secukupnya (1/20)
2. Masukkan soda kue ke dalam balon secukupnya
3. Pasang balon di atas tutup botol, ikat kuat dengan karet gelang
4. Balik ujung balon yang ada soda kuenya ke dalam botol
5. Amati apa yang terjadi.
yap balon pasti akan mengembang. Ajaib kan?? Anak-anak SD dari kelas 1-6 pun suka melihatnya. Mereka pasti akan mengira itu ajaib sekali. Namun tahukan kalian itu adalah fenomena sains. Soda kua (atau natrium karbona/ NaCO3) yang bersentuhan dengan air akan membuat gas CO2 (Karbondioksida). Nah gas inilah yang nanti akan membuat balon mengembang bahkan tanpa ditiup. Sains bukan? Akan lebih muah jika kalian menggunakan eksperimen. Namun hal ini akan menjadi rumit dan membosankan jika hanya ceramah dan teori saja. Jiwa anak-anak adalah jiwa bermain. Sehingga tidak cocok jika pembelajaran hanya dilakukan lewat teori apalagi sains. Ayo para guru sains perbarui metode mengajar kalian! Karena Sains yang hebat akan membuat Indonesia jadi negara yang kuat.
Selamat Hari Kartini :)

KPAN dan KPAP

Pendidikan... Ya semua orang percaya pendidikan akan mengubah suatu negara ke arah yang lebih baik. Sayapun percaya melalui pendidikan kita bisa mengubah pola pikir seorang menjadi lebih dinamis dan terbuka untuk kemajuan. Sayangnya di negeri kami tercinta ini pemerataan pendidikan masih menjadi masalah serius. Bukan hanya ketimpangan geografis, status sosial pun kerap menjadi pemicu. masalah geografis sudah ditangani pemerintah melalui program SM3T (Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal), namun yang satu ini masalah status sosial belum diperhatikan. Pernahkah terpikir di benak kalian?? Mayoritas profesi penduduk Indonesia adalah nelayan dan petani. Ini hampir 50% dari total penduduk Indonesia. Meskipun GDP Indonesia besar namun itu hasil dari konglomerat kalangan atas yang kian hari semakin kaya. Anak-anak dari golongan atas ini mendapatkan pendidikan yang sangat layak. Bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan melalui berbagai jenis olah kecerdasan melalui musik-musik opera. Memasuki usia 2-3 tahun mereka sudah dimasukkan ke Kelompok Belajar. Usia 4-5 tahun mereka dimasukkan ke Taman kanak-kanak dan 6-12 tahun mereka dimasukkan ke elementary school. Kebanyaak anak orang-orang seperti ini tidak masuk ke sekolah biasa. Mereka bersekolah di tempat 'wah' yang penuh fasilitas mewah dan bertitel 'international school'. Namun sadarkah kalian? Banyak anak-anak kami (nelayan dan petani) yang bahkan untuk SD sajapun susah. Mengapa? Bukan karena kami tidak menginginkannya. Kami sangat ingin sekolah. Lalu mengapa kami tidak sekolah? Kami, anak para nelayan dan petani terlalu sibuk membantu menafkahi keluarga. Bayangkan, sejak pagi buta kami harus ke pelabuhan untuk menjemput ayah kami yang baru selesai melaut. Membantu beliau menurunkan ikan dan membawanya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Saat siang menjelang kami harus membantu ibu kami untuk mengolah sebagian hasil tangkapan yang tidak terjual. Pengetahuan kami sangat minim, sehingga kami hanya mampu mengolahnya menjadi ikan asin. Yang akan menjadi persediaan bahan makanan kami jikalau musim badai datang dan ayah kami tidak bisa melaut. Memang tidak semua anak nelayan tidak bersekolah. Kakak kami bahkan mampu meneruskan hingga ke perguruan tinggi, meski dengan perjuangan yang tidak mudah. Kami ingin. Namun apa daya, kami masih kecil.
Komunitas Peduli Anak Nelayan (KPAN) bagai air tawar segar yang menyiram tubuh kami. Kakak-kakak ini meskipun bergelar sarjana tidak malu bergaul dengan kami. Bahkan mereka dengan bangga mau mengajari kami. Kami bersyukur memiliki mereka. Tidak hanya belajar dari buku, kamipun belajar dari alam. Pernah suatu ketika kami melaut bersama untuk mempelajari biota laut apa saja yang hidup di tempat kami. Semoga KPAN bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Selain KPAN, Kami juga punya KPAP (Komunitas Peduli Anak Petani). Karena di daerah kami bukan hany ad anelayan namun juga ada petani. Kalau yang KPAP lebih asyik lagi karena kami belajar lewat alam yang sejuk dan indah seperti di sawah, kebun atau ladang. Harapan kami semoga KPAP dan KPAN segera terwujud terutama di daerah kami, REMBANG BUMI KARTINI.
Selamat Hari Kartini all :)
NB: KPAN dan KPAP baru sebatas wacana kawan. Kami belum mewujudkannya karena keterbatasan personil. Mohon do'a dan dukungannya agar KPAN dan KPAP bisa segera terwujud. aamiin.