Showing posts with label Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Friday, February 1, 2019

Review Buku Wanita Berkarir Surga (Ust Felix A. Siaw)


Assalamu'alaikum teman-teman dunia maya.. (haha kaya bakal ada aja yang baca review ini :D)

Jadi beberapa hari yang lalu, aku baru nyelesaiin baca bukunya Ust Felix yang best seller banget yaitu Wanita Berkarir Surga. 


Buku dengan cover background berwarna putih, bergambar ilustrasi gedung-gedung pencakar langit di bagian bawah dan tulisan judul di bagian tengah ini memiliki 131 halaman dan ternyata diterbitkan pertama kali tahun 2017 (wah telat dong gw taunya hehe).



Secara fisik buku ini cukup menarik karena banyak gambar-gambar ilustrasinya jadi tidak monoton huruf saja. Ilustrasi tersebut mempermudah pembaca mengimajinasikan apa maksud kalimatnya. Jadi seperti pengulangan kalimat tapi versi yang lebih kreatif dan lebih jelas. Untuk orang yang tidak suka membaca tulisan atau lebih visual tipe pembelajarannya, kalian cukup aja baca percakapan di gambar tanpa harus membaca kalimat yang mungkin agak cenderung membosankan (bagi kalian yang tipenya visual). Tapi kalau aku pribadi aku suka baca keduanya, jadi baca kalimatnya dulu (ini kalimatnya ga panjang-panjang juga kaya novel) baru diperjelas dengan gambar. Oh jadi ini lho maksud kalimat/paragraf tersebut. 

Pertama kali dapet buku ini agak sanksi sama judulnya. Berkarir surga? maksudnya gimana? emang di surga ada open recruitmentnya? ada kenaikan jabatan gitu-gitu ya? Intinya bener-bener tidak ada gambaran apa sama sekali tentang isinya. 


Setelah membaca halaman-demi halaman agak mulai ngeh tuh arah pembahasannya akan kemana. Sempat sanksi juga karena mikirnya buku ini pasti pro/mengagung-agungkan perempuan (baik yang sudah berumah tangga/belum) yang lebih memilih diam di rumah (bekerja dari rumah/ bukan terikat di suatu instansi atau perusahaan). Tapi ternyata ya begitulah (baca sendiri aja ya kalau penasaran hehe)

Pendahuluan dari buku ini membahas tentang feminisme dan anggapan fenisime bahwa islam agama yang membatasi hak-hak perempuan. Bisa diperkiraan, paragraf-paragraf selanjutnya berisi kalimat-kalimat yang meluruskan bahwa sebenarnya yang dimaksud Islam itu baik. Agama Islam adalah agama yang sangat memuliakan perempuan, bukan seperti menghilangkan hak-hak perempuan seperti yang kaum feminisme katakan. Buku ini detail banget menjelaskan, menganalogikan dengan gamblang bahwa memang hakikatnya laki-laki dan perempuan diciptakan berbeda secara fisik ataupun mental dan juga baik dari segi hak dan kewajiban. Oleh karena itu anggapan feminisme yang menuntut kesetaraan hak-hak dan akhirnya kewajibannya pun disamakan. Ya seperti itulah, feminisme di buku ini adalah salah dan islam adalah solusi dari kekacauan yang dibuat oleh feminisme. Muslimah seharusnya mencontoh dari wanita-wanita tangguh yang sudah tak diragukan lagi kesalehannya sebagai role model, seperte Maryam binti Imran, Asiyah istrinya Fir'aun dan Khadijah istri Nabi Muhammad SAW. Beliau bertiga adalah sosok yang sejatinya menjadi panutan, bukan artis-artis atau selebgram tidak jelas yang malah sekarang jadi panutan remaja muslimah. 

Well, bisa ditebak bagian-bagian selanjutnya masih perbandingan antara dua hal yang sebenarnya beda jauh dan udah jelas-jelas bahwa islam lah yang terbaik. Namun, ada bagian originalnya nih teman-teman yaitu bagian akhir yang lebih berisi ke kiat-kiat menjadi wanita berkarir surga itu yang seperti apa. Seperti yang dicontohkan oleh ummu alila disana, ini bagian yang paling aku sukai sebenarnya karena minim unsur judgment nya dan paling original juga. 

So, maksudnya berkarir surga disini adalah seorang muslimah yang benar-benar menjalankan syariat islam dalam kesehariannya, yang benar-benar tidak mengejar duniawi. Ia yang meskipun pendidikannya S3 namun rela tidak "bekerja di suatu instansi pemerintah atau swasta" dan ia lebih memilih berkarir menjadi ibu rumah tangga yang menyiapkan dan melayani kebutuhan keluarga (suami dan anak2). Ia boleh berkarir dengan catatan sudah mendapatkan  ridho dari allah. Dimana ridho Allah untuk muslimah yang sudah menikah adalah ridho suami dan yang belum adalah ridho orang tua. (Begitulah sepemahaman saya, jika salah tolong diingatkan hehe). 

Well, kalau disruh ngasih rating ke buku ini aku bakalan kasih 4/5 bintang. Bacaan yang bagus untuk menambah wawasan dikala senggang. Tapi ingat ya semua informasi dari buku ini jangan ditelan mentah-mentah. Tetaplah jadi orang yang  netral dan usahakan cari informasi dari sumber lain yang terpecarya sebanyak mungkin. Agar kita menjadi orang yang berwawasan luas dan tidak mudah terprovokasi terutama di zaman akhir yang semakin gila ini. 

Well, Sekian.

Salam Literasi!



Monday, April 20, 2015

KPAN dan KPAP

Pendidikan... Ya semua orang percaya pendidikan akan mengubah suatu negara ke arah yang lebih baik. Sayapun percaya melalui pendidikan kita bisa mengubah pola pikir seorang menjadi lebih dinamis dan terbuka untuk kemajuan. Sayangnya di negeri kami tercinta ini pemerataan pendidikan masih menjadi masalah serius. Bukan hanya ketimpangan geografis, status sosial pun kerap menjadi pemicu. masalah geografis sudah ditangani pemerintah melalui program SM3T (Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal), namun yang satu ini masalah status sosial belum diperhatikan. Pernahkah terpikir di benak kalian?? Mayoritas profesi penduduk Indonesia adalah nelayan dan petani. Ini hampir 50% dari total penduduk Indonesia. Meskipun GDP Indonesia besar namun itu hasil dari konglomerat kalangan atas yang kian hari semakin kaya. Anak-anak dari golongan atas ini mendapatkan pendidikan yang sangat layak. Bahkan sejak mereka masih di dalam kandungan melalui berbagai jenis olah kecerdasan melalui musik-musik opera. Memasuki usia 2-3 tahun mereka sudah dimasukkan ke Kelompok Belajar. Usia 4-5 tahun mereka dimasukkan ke Taman kanak-kanak dan 6-12 tahun mereka dimasukkan ke elementary school. Kebanyaak anak orang-orang seperti ini tidak masuk ke sekolah biasa. Mereka bersekolah di tempat 'wah' yang penuh fasilitas mewah dan bertitel 'international school'. Namun sadarkah kalian? Banyak anak-anak kami (nelayan dan petani) yang bahkan untuk SD sajapun susah. Mengapa? Bukan karena kami tidak menginginkannya. Kami sangat ingin sekolah. Lalu mengapa kami tidak sekolah? Kami, anak para nelayan dan petani terlalu sibuk membantu menafkahi keluarga. Bayangkan, sejak pagi buta kami harus ke pelabuhan untuk menjemput ayah kami yang baru selesai melaut. Membantu beliau menurunkan ikan dan membawanya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Saat siang menjelang kami harus membantu ibu kami untuk mengolah sebagian hasil tangkapan yang tidak terjual. Pengetahuan kami sangat minim, sehingga kami hanya mampu mengolahnya menjadi ikan asin. Yang akan menjadi persediaan bahan makanan kami jikalau musim badai datang dan ayah kami tidak bisa melaut. Memang tidak semua anak nelayan tidak bersekolah. Kakak kami bahkan mampu meneruskan hingga ke perguruan tinggi, meski dengan perjuangan yang tidak mudah. Kami ingin. Namun apa daya, kami masih kecil.
Komunitas Peduli Anak Nelayan (KPAN) bagai air tawar segar yang menyiram tubuh kami. Kakak-kakak ini meskipun bergelar sarjana tidak malu bergaul dengan kami. Bahkan mereka dengan bangga mau mengajari kami. Kami bersyukur memiliki mereka. Tidak hanya belajar dari buku, kamipun belajar dari alam. Pernah suatu ketika kami melaut bersama untuk mempelajari biota laut apa saja yang hidup di tempat kami. Semoga KPAN bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Selain KPAN, Kami juga punya KPAP (Komunitas Peduli Anak Petani). Karena di daerah kami bukan hany ad anelayan namun juga ada petani. Kalau yang KPAP lebih asyik lagi karena kami belajar lewat alam yang sejuk dan indah seperti di sawah, kebun atau ladang. Harapan kami semoga KPAP dan KPAN segera terwujud terutama di daerah kami, REMBANG BUMI KARTINI.
Selamat Hari Kartini all :)
NB: KPAN dan KPAP baru sebatas wacana kawan. Kami belum mewujudkannya karena keterbatasan personil. Mohon do'a dan dukungannya agar KPAN dan KPAP bisa segera terwujud. aamiin.